Monday, October 26, 2015

[Books Review] Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral!



Judul : Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral!
Penulis: Rudolf Dethu
Penerbit: CV Kuat Kita Bersinar
Tahun Terbit: Agustus 2015 (cetakan pertama)
Halaman: XVI+ 250 halaman
ISBN: 978-602-12926-0-4








RASIS!

Fitnah keji pertama yang dituduhkan kepada SID merebak, dan Kota Surabaya menjadi awal kericuhan. Isu anggapan SID anti orang Jawa disertai tulisan F*CK JAVA  yang tak bertuan ini menyebabkan botol, kursi, air kencing dalam plastik dan masih banyak lagi ‘barang’ tak lazim bertebaran mewarnai konser SID di Surabaya waktu itu. Tentu saja dibarengi dengan sumpah serapah dari sebagian penontonnya menjadi hadiah pahit bagi SID dan crew. Tapi SID tetap melanjutkan konsernya sambil sesekali menghindari lemparan benda tak lazim tersebut. Kericuhan kembali terjadi di USU Medan,serta kekerasan fisik yang dialami Bob di UPN Yogyakarta. Konon tulisan F*CK JAVA itu tertulis di salah satu dinding Jalan Poppies tempat markas SID berada, isu tinggalah isu yang jelas itu mitos. 




PENGKHIANAT!

Band Punk Rock di bawah label Indie sepertinya telah menjadi tolak ukur dan harga mati,tapi ini tidak berlaku bagi SID yang kurang lebih selama 8 tahun berdiri dalam konsep label Indie. Karena ketidakjelasan dalam finansial dan keinginan agar SID dapat lebih didengar banyak orang, maka SID memutuskan bergabung dengan label Mayor Sony Music. Tentu saja ini menjadi berita heboh dan lagi-lagi SID diserang habis-habisan serta disebut pengkhianat. Padahal keputusan besar seperti itu telah dipikirkan matang-matang dan tentu saja tanpa ‘jajahan’dari label Mayor. Dan gilanya lagi, SID diperbolehkan menggunakan lirik berbahasa Inggris lebih banyak daripada Indonesia dengan perbandingan 70:30. Spektakuler. 




MISKIN MORAL!

Kebiasaan Bob, Eka, JRX membawa bir ke atas panggung menjadi suatu kontroversi baru saat itu. Bagaimana tidak, SID memang band satu-satunya yang dengan ‘normal’nya melakukan itu. Tapi tak semua orang menganggap itu wajar, malah sebaliknya SID di cap band negatif. Dan lucunya, kelakuan itu dicap sebagai strategi marketing. Miris!










Buku biografi ini tepat diluncurkan berbarengan pada saat ulang tahun SID ke 20, bulan Agustus lalu. Dalam buku ini, perjalanan karir SID di kupas tuntas oleh managernya yang tentu saja sudah menemani mereka selama perjalanan bermusik. Buku ini merupakan buku kedua yang ditulis Rudolf Dethu, setelah buku pertamanya BLANTIKA LINIMASA.










Saya bukan penggemar fanatik SID tapi saat buku ini rilis, saya penasaran setengah mati. Saya pikir salah satu personil SID yang menulis buku ini, ternyata bukan. Jujur saja saya belum pernah membaca buku Rudolf Dethu sebelumnya, tapi setelah membaca buku ini saya jatuh cinta dengan gaya bahasanya. Ringan, santai ditambah selera humor yang lumayan tapi benar-benar khas. Buku ini juga dilengkapi dengan Historical Pictorial, dan halaman itu yang paling menjadi favorit saya.
Setelah membaca buku ini, saya jadi tahu banyak kisah di balik layar yang hampir tidak diketahui masyarakat serta ‘mitos’ yang berterbangan di luar sana.Selain itu, buku ini sangat ringkas tidak lebih dari 300 lembar, anti monoton bukan?
Sungguh, saya sangat menikmati buku ini. Oiya, setahu saya buku ini tidak di jual di toko buku manapun. Hanya ada di website resmi SID dan Rumble Shop.




Sekian review saya. 


Cheers!




Skolastika Nadya Valentine S

No comments:

Post a Comment