Judul :
Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral!
Penulis:
Rudolf Dethu
Penerbit:
CV Kuat Kita Bersinar
Tahun
Terbit: Agustus 2015 (cetakan pertama)
Halaman:
XVI+ 250 halaman
ISBN:
978-602-12926-0-4
RASIS!
Fitnah
keji pertama yang dituduhkan kepada SID merebak, dan Kota Surabaya menjadi awal
kericuhan. Isu anggapan SID anti orang Jawa disertai tulisan F*CK JAVA yang tak bertuan ini menyebabkan botol,
kursi, air kencing dalam plastik dan masih banyak lagi ‘barang’ tak lazim
bertebaran mewarnai konser SID di Surabaya waktu itu. Tentu saja dibarengi
dengan sumpah serapah dari sebagian penontonnya menjadi hadiah pahit bagi SID
dan crew. Tapi SID tetap melanjutkan konsernya sambil sesekali menghindari
lemparan benda tak lazim tersebut. Kericuhan kembali terjadi di USU Medan,serta
kekerasan fisik yang dialami Bob di UPN Yogyakarta. Konon tulisan F*CK JAVA itu
tertulis di salah satu dinding Jalan Poppies tempat markas SID berada, isu
tinggalah isu yang jelas itu mitos.
PENGKHIANAT!
Band
Punk Rock di bawah label Indie sepertinya telah menjadi tolak ukur dan harga
mati,tapi ini tidak berlaku bagi SID yang kurang lebih selama 8 tahun berdiri
dalam konsep label Indie. Karena ketidakjelasan dalam finansial dan keinginan
agar SID dapat lebih didengar banyak orang, maka SID memutuskan bergabung
dengan label Mayor Sony Music. Tentu saja ini menjadi berita heboh dan
lagi-lagi SID diserang habis-habisan serta disebut pengkhianat. Padahal
keputusan besar seperti itu telah dipikirkan matang-matang dan tentu saja tanpa
‘jajahan’dari label Mayor. Dan gilanya lagi, SID diperbolehkan menggunakan
lirik berbahasa Inggris lebih banyak daripada Indonesia dengan perbandingan
70:30. Spektakuler.
MISKIN
MORAL!
Kebiasaan
Bob, Eka, JRX membawa bir ke atas panggung menjadi suatu kontroversi baru saat
itu. Bagaimana tidak, SID memang band satu-satunya yang dengan ‘normal’nya
melakukan itu. Tapi tak semua orang menganggap itu wajar, malah sebaliknya SID
di cap band negatif. Dan lucunya, kelakuan itu dicap sebagai strategi
marketing. Miris!